Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Showing posts with label NuraNi. Show all posts
Showing posts with label NuraNi. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Hari Ibu...???

today is mother day, begitulah aku mendengarnya, ramai sekali ungkapan tadi terekspos dalam status facebook teman-teman, tweetline, dan blog ini semenjak tadi malam. entah kenapa manusia suka sekali merayakan sesuatu seolah waktu itu adalah titik puncak keistimewaan moment untuk yang diperingati, sedangkan pada waktu-waktu lainnya, sedikitpun tidak membekas sama sekali dari apa yang tlah dirayakan sebelumnya. itulah kenapa aku tidak ikut meramaikan acara-acara seperti ini, selain karena memang hal ini sudah diluar batas syariah yang tidak ada manfaat sama sekali bagi akhiratku bahkan membahayakan karena mengekor pada budaya-budaya orang kafir, aku merasa perlu untuk mengambil prinsip bahwa tiada batas waktu untuk memaknai moment yang ada, just do the best totallity. namun bagaimanapun, aku ingin bercerita tentang ibuku, karena dalam perjalanan hidupku ini, ibuku ibarat lentera dari berbagai macam cahaya Allah yang diberikan untuk menerangiku di dunia, tak lebih, namun teramat istimewa.

Monday, September 26, 2011

Terkadang kita lupa..

      teman, terkadang kita lupa, bahwa kita hanyalah manusia biasa, yang diciptakan Allah dengan segala kekurangan dan kelebihan yang bermacam-macam, sebagai bekal akan tugas kita di dunia ini, yaitu untuk menyembah dan beribadah kepadaNYA saja, namun dengan apa yang kita miliki, kita telah merasa bebas dan lupa segalanya, hari-hari kita penuhi dengan bersuka cita dan melampiaskan keinginan yang ada, bahkan dengan sengaja kita melanggar batasNYA tanpa rasa takut kalau-kalau kenikmatan itu semua dicabut dari diri kita, jika kita dimintai tanggung jawab dengan sangat terpaksa,,apa yang akan kita katakan padanya,Teman..???

Friday, July 22, 2011

Arti Senyumku....

aku hendak merangkai kata dengan naluri cinta, namun tanpa cerminan hati bagaimana aku  membuat istana kata yang sanggup membuatmu bersinar dan merekahkan senyumanmu padaku.., bahkan sosokmu pun aku tahu, mungkin sudah ribuan kali kita bertemu dan kita saling menunduk malu. atau mungkin kau terhimpit luasnya ruang yang membuat kita terpisah dalam jarak nyata yang tak tentu itu.

maka ijinkan aku untuk tersenyum pada dunia, yang tlah menyimpanmu dalam waktu yang cukup lama, setidaknya senyumku ini adalah harapan, juga keyakinan..bahwa aku siap menemukanmu dan merobek jala penantianmu selama ini..  biarlah waktu yang menuntun jasad diantara kita, dan takdir menuntun jiwa dan hati kita,  untuk kita bersatu dan saling tersenyum bahagia..

Sunday, July 17, 2011

Sedingin Embun Pagi

sedingin embun pagi, yang menetes membasahi hijau dedaunan bumi, terasa segar dan menentramkan hati. satu masa transisi yang begitu sempurna  dari kegelapan malam yang menarik para manusia bumi untuk tidur berselimut mimpi menuju pagi cerah yang membangkitkan suasana hati untuk beraktifitas lagi, bekerja keras, belajar tekun, dan bergerak...!!!

Thursday, April 14, 2011

MenCoBa MeMbeRonTak..

entah mau kuawali darimana tulisanku ini...aku seperti tengah berada di kesunyian yang panas.
jariku menari mengukir tulisan ini saat tubuh bongsorku masih bersimbah keringat dan memanas, ku coba untuk mendingiknanya dengan lantai kamar ini...aku bersimbah keringat bukan karena habis bertengkar, kawan..aku bersimbah keringat bukan karena habis SPA, seperti orang kebanyakan. namun baru saja aku mengukur teriknya matahari tepat di tengah siang seperti ini, mengukur langkah demi langkah dengan gontai dan malas, bahkan jaket pemberian ibuku yang sedang kupakai tak mampu menahan panasnya siang ini, ransel yang berisi buku-buku kuliah semakin menambah porsi keringat yang keluar dari tubuhku, hanya topi cokelat lamaku yang sedikit menahan wajah legamku dari sorotan matahari, namun tetap saja udara panas tak segan menepuk2 pipiku dengan santainya..

Wednesday, April 6, 2011

ibu kita sama, teman..

ibu kita sama teman, meskipun berbeda wujud..namun hati mereka sama...penuh ketulusan...mereka berusaha memberikan yang terbaik buat kita, meski dengan cara yang berbeda sesuai sifat dasar beliau-beliau itu...namun tak ada lagi alasan..semuanya untuk kebaikan kita nantinya...

kadangkala kita terlalu menikmati segala yang tlah diberikan orang tua kita, sampai-sampai kita gak sadar bahwa sikap kita selama ini seperti mem'perbudak' mereka..hmmm..cukup ekstrim memang kata-kata ini, namun ketika kita berusaha mengurai kembali atas apa saja yang tlah diberikan dan dikorbankan kepada kita, kemudian kita membalikkannya dengan merefleksi 'apa balasan kita terhadap mereka selama ini'..maka kata 'pembudakan' memang benar-benar tepat..apalagi jika kita adalah seorang anak tunggal atau terakhir..itu sudah dapat ditebak..bagaimana kita terhadap mereka..

Thursday, December 30, 2010

risalah abu

sore itu...
lonceng berbunyi, berdenting gemelinting...
bukan lonceng gereja...
bukan juga lonceng kereta..
maaf, itu lonceng kematian...

wussh..
desiran angin itu tak lagi dingin..
mengejar manusia dari lereng menuju ke hutan..
perih...
hampir tak ada waktu untuk menarik nafas...

teriakan lantang saling berhantaman..
jejak-jejak kaki penuh luka dan darah berceceran...
lestari merapi hilang tertelan waktu..
membawa pesan langit untuk dunia..

ini hanyalah Sebuah nyanyian rintihan,
Dari runtuhan bayang-bayang..
Tersudut duka tanpa belaian .
Terselip lara menyesakkan dada..

Tuesday, December 7, 2010

Sumiati

entah duka
entah derita...
laut menguning pucat pasi
sang petang memendam kesunyian..

malam erotis, tanpa sehelai kabut..
anak-anak bintang berlarian mengejar kawanannya..
sang rembulan diam, berselimut awan kelam..

pekat..berhias senandung  memikat..
sesengukan tangis bumi terdengar gaduh..
sumiati lirih dalam luka mengaduh..
eloknya kini termakan rahwana..

entahlah..sang fajar mulai memutih..
kegelapan hatinya semakin memerih..
akankah pudar derita ini nanti..
penguasa, melirikpun tidak..

Monday, November 29, 2010

sebuah luka cinta untukmu, para penguasa..

luka tak bertepi...
dan kurasa dinding beton ini masih menjadi hatimu..
tak lihatkah kau kumasih terduduk disini..
di syurga Nil di bawah jembatan hati..

perih, masih menganga luka hati ini..
menjelma dari simpati menjadi benci..
kau masih saja tertawa bagai dewa..
namun  bagiku kau tak lebih dari malaikat pencabut nyawa..

aku terdiam diantara reruntuhan bejatmu
hanya menanti malam yang akan menghiburku..
bersama para bintang yang menari-nari di balik awan,
bersama rembulan yang cantik di ujung petang..

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--