Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, June 12, 2012

Kebebasan

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(Al Mukminuun:115)
    Belakangan ini di Indonesia ramai sekali membahas tentang kebebasan, khususnya kebebasan dalam berkeyakinan. adanya penolakan konser Lady Gaga beberapa waktu lalu, dinilai beberapa pemerhati HAM sebagai bentuk dari keterbatasan kebebasan di Indonesia, penolakan kedatangan Insyad Manji, seorang Lesbian yang membuat buku yang mencemarkan nama baik Islam juga dinilai tidak konsisten dengan komitmen kebebasan yang didengungkan pemerintah Indonesia, dan lucunya, kebebasan-kebebasan yang diangkat ini adalah kebebasan yang irrasional, bahkan pelakunya dari golongan yang sama, orang-orang liberal dan sekuler. lantas bagaimana kita menempatkan definisi 'kebebasan' pada tempat yang sebenarnya?

Tak jua terpejam..

Mata malamku tak jua terpejam...
meski lentera tlah kuhembus padam.
iringan cahaya digital masih melingkar disekitar korona..
entah bagaimana aku mengakhirinya...

malam ini aku tak mau berdebat dengan  jam kamar yang masih melirikku dan berdetak kecil diatas dashboard kamar, bahkan lampu 5 watt ku lebih terlihat ngantuk dari yang kuduga. satu setengah jam tadi tlah kubereskan semua aktifitas malamku, buang air, sikat gigi dan cuci muka, tak lupa wudhu sebagai penutup thaharah ku, barangkali ini malam terakhir, aku ingin terlihat bersih fisik dan hatiku.

Monday, June 11, 2012

secercah harapan untukku bangkit

   ada yang ganjil ketika sedikit aku mereview beberapa langkah perjalanan hidupku ke belakang, suatu kondisi yang sebenarnya tidak ingin aku alami dan rasakan, namun bagaimanapun, aku tlah mengalaminya, stagnasi. ya, sebuah kekacauan kecil yang berdampak sangat besar bagi hidupku, bagaimanapun juga, seorang perfeksionis akan mati dengan sangat tragis dihadapan sebuah pesimis. seharusnya aku menjadi raja bagi diriku sendiri, yang akan membawa semua yang ada dan semua yang di sekitarnya menjadi lebih baik dan semakin baik, namun sampai sekarang ini aku masih merasakan ini hanya sebuah nominal presentasi 0%.

Thursday, June 7, 2012

Ketika Cermin Akhlaq Mulai Meretak

    pagi ini dadaku berasa sesak, sesak sekali sampai merasuk ke ubun-ubun dan membuatku merinding layaknya orang yang terkena stroke, mataku mengunang dan mulai memerah. penyesalan ini sungguh begitu beratnya. bagaimana tidak, saat disetiap waktu yang berjalan ini aku mencoba untuk menjauhi dosa-dosa kecil yang biasanya muncul dari kegiatan sehari-hari, namun pagi ini aku lepas kendali dan terjerat rantai besi syetan. ghibah, ya. ya Rabbi, astaghfirullah.....

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--