Salah
satu moment yang paling aku sukai akhir-akhir ini adalah duduk sendiri di
balkon atas belakang tempat kos. Dari
atas sana kita bisa melihat orang-orang lalu lalang mengendarai motor, kita
juga leluasa melihat sawah yang hijau terbentang meski lama-kelamaan terkikis
oleh bangunan-bangunan kos yang menjulang, namun jika berada di tempat itu saat
malam, itu rasanya seperti merefleksikan suasana hati sendiri. Gelap, dan cukup
sunyi, hanya sedikit cahaya kelap-kelip dari sorot lampu motor ataupun lampu
bangunan kos. Desiran angin malah yang cukup kuat seolah mampu meniup kekalutan
hati yang sedang dialami. Tenang, perlahan membiarkan fikiran melayang lalu
bergerak melukis angan dilangit gelap nan tinggi menjulang itu.Friday, May 9, 2014
Satu Saat Nanti
Salah
satu moment yang paling aku sukai akhir-akhir ini adalah duduk sendiri di
balkon atas belakang tempat kos. Dari
atas sana kita bisa melihat orang-orang lalu lalang mengendarai motor, kita
juga leluasa melihat sawah yang hijau terbentang meski lama-kelamaan terkikis
oleh bangunan-bangunan kos yang menjulang, namun jika berada di tempat itu saat
malam, itu rasanya seperti merefleksikan suasana hati sendiri. Gelap, dan cukup
sunyi, hanya sedikit cahaya kelap-kelip dari sorot lampu motor ataupun lampu
bangunan kos. Desiran angin malah yang cukup kuat seolah mampu meniup kekalutan
hati yang sedang dialami. Tenang, perlahan membiarkan fikiran melayang lalu
bergerak melukis angan dilangit gelap nan tinggi menjulang itu.Saat Anak Ingin Menikah di Usia Muda
Menikah ? siapa sih yang tidak ingin menikah dan membangun mahligai rumah tangga dengan segitu iming-iming kebahagiaan yang kata orang rasanya layaknya syurga dunia. namun menikah itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, ada banyak persiapan yang harus dijalani sebelum memutuskan untuk menikah, terutama yang masih berusia muda. nah, bagaimana baiknya kita mensikapi anak/saudara yang berniat menikah diusia muda dari sudut pandang orang tua?
Labels:
WaCaNa..
Mari Saling Memahami
Sebagai
manusia pada umumnya, ktia semua pasti berharap bisa menjalani kehidupan ini
secara normal, melewati fase-fase hidup ini dengan stabil dan terkendali,dari
masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga menua, dari fase sekolah dasar,
menengah, atas, kuliah, sampai bekerja. Ya pemikiran itu sungguh sangat wajar.
Namun tidak selamanya alur itu berjalan sesua harapan, karena hidup ini
bukanlah tempat kita meletakkan harap, dan ada Tuhan, Sang Maha Penentu
Keputusan. Kita yang menjalani, bukan yang menentukan. Karena ada tempat lain
untuk menjawab semua harapan, membalas semua kelakuan, setelah mati nanti..
Labels:
WaCaNa..
Sunday, April 27, 2014
Aku dan Neurosis
dunia ini penuh keseimbangan, ada hitam juga ada putih, kalau ada besar pasti ada kecil, bahagia dengan duka, dan normal dengan tidak normal. memang di dunia ini tidak selalu tersaji dengan sempurna, bukan karena Tuhan tidak mampu, namun karena Dia hendak membuka mata kita, agar selalu ada keterikatan dengannya melalui rasa syukur atas apa yang dia terima, baik itu lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya.
Labels:
aKu....
Subscribe to:
Posts (Atom)



