Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Monday, June 23, 2014

Hidup ini Memang Ujian

          Kita terlahir untuk diuji, dari bayi kita sudah ditentukan hidup dimana, dan memiliki ras seperti apa,
punya keluarga bagaimana, dan orang tua seperti apa. Di kota atau malah di pedalaman desa,Kita harus terima. Karna kita tak punya pilihan untuk kesana.bukan berarti Tuhan gak adil untuk kita, namun sesuatu yang bersifat sunnatullah memang begitu adanya, dan Allah berulang kali sudah mengingatkan, Dia gak melihat tampilan fisik atau kekayaan kita, namun tingkat ketaqwaan dan keimanan kita, trust and loyality. Cukup fair bukan. Maka untuk sekedar mengingatkan diri sendiri maupun anda semua, kita tak perlu resah atau kecewa kalau mungkin kita tidak puas dengan tampang yang kurang beken, atau keberuntungan yang seperti tak mau menempel pada diri kita, nasib yang kurang mujur. Barangkali itu punya nilai kebaikan yang tersembunyi di dalamnya, atau bisa jadi kita bisa rusak dan jauh dari Allah kalau kita diberi seperti apa yang kita harapkan. Maka sekali-kali cobalah untuk merenungi ini semua, cobalah untuk menelaah apa maksud Allah dengan ini, bukan malah menggubris komentar orang lain yang belum tentu punya maksud baik pada kita.

Thursday, June 5, 2014

Nasihat ; Setetes Embun Bagi Jiwa Yang Kering

           Sebagai manusia kita pastinya mempunyai hubungan dengan manusia lain di dunia ini, entah saudara, partner kerja, tetangga, ataupun teman. Nah, pertemanan adalah salah satu bentuk hubungan yang paling menarik apalagi untuk usia-usia remaja. Bahkan ada yang bilang pertemanan itu lebih mengasyikkan daripada persaudaraan, karena dengan teman kita bisa curhat apa saja, sedangkan kalau dengan saudara, masih fikir-fikir mau ngomong apa. Mungkin benar, bisa juga salah. Namun selayaknya teman menjadikan refleksi diri kita sendiri tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang lain, bagaimana pandangan orang atas diri kita, nah itu semua bisa dipelajari dari hubungan pertemanan ini.

Bagaimana Menentukan Kriteria?

       Kita semua tentunya paham, bahwa manusia diciptakan di dunia secara berpasang-pasangan. Bagi wanita telah berumur, mereka mengerti bahwa sejatinya mereka ini adalah bagian dari tulang rusuk seorang lelaki tertentu yang kelak dipertemukannya menjadi seorang suami baginya, begitupun pria. Namun sebelum pernikahan itu terjadi, perihal jodoh, pasangan hidup, itu semua masih bersifat abstrak, alias secara subyektif kita tidak diberitahukan siapa jodoh kita nantinya. Oleh karena itu diperintahkanlah kita untuk senantiasa berikhtiar dengan tidak melepas tawakal kepada Allah untuk mencari pasangan hidup kita itu, dengan satu pegangan kuat bahwa orang baik akan mendapatkan pasangan yang baik pula, begitu juga sebaliknya. Oleh karena kita mendapatkan satu gambaran yang lebih konkret dari sebelumnya bahwa pasangan hidup kita nantinya ternyata adalah suatu refleksi dari keadaan kita. So, sebaiknya kita berusaha menjadi sosok idaman yang sempurna untuk mendapatkan pasangan yang sempurna.

Friday, May 9, 2014

Jangan (dulu) Bangga Punya Anak Penurut

A: jeng, putra jengenan itu lho, kok nurut banget ya sama ortunya, gak kayak anak saya, susah banget diaturnya.
B: lha iya jeng, wong kalo dia gak nurut ya langsung  dipukul sama bapaknya.

    Siapa sih yang gak pengen punya anak penurut, kalo di rumah gak banyak tingkah laku, kalo disuruh langsung dikerjakan, dan gak sering bikin onar atau masalah baik waktu di rumah atau di luar. Orang tua pasti mendambakan mempunyai anak yang pinter, penurut, hormat sama orang tua, dan membanggakan keluarga, sudah bisa ditebak pasti ketika dewasa nanti dia menjadi orang besar atau sukses. Ya, seperti itulah pengamatan yang saya dapat dari orang-orang dekat mengalami hal seperti itu, sayangnya tidak semua anak bisa diperlakukan seperti itu. Lihatlah contoh berikut ini,

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--