Kita terlahir untuk
diuji, dari bayi kita sudah ditentukan hidup dimana, dan memiliki ras seperti
apa, Monday, June 23, 2014
Hidup ini Memang Ujian
Kita terlahir untuk
diuji, dari bayi kita sudah ditentukan hidup dimana, dan memiliki ras seperti
apa, Thursday, June 5, 2014
Nasihat ; Setetes Embun Bagi Jiwa Yang Kering
Sebagai manusia kita pastinya
mempunyai hubungan dengan manusia lain di dunia ini, entah saudara, partner
kerja, tetangga, ataupun teman. Nah, pertemanan adalah salah satu bentuk
hubungan yang paling menarik apalagi untuk usia-usia remaja. Bahkan ada yang
bilang pertemanan itu lebih mengasyikkan daripada persaudaraan, karena dengan
teman kita bisa curhat apa saja, sedangkan kalau dengan saudara, masih
fikir-fikir mau ngomong apa. Mungkin benar, bisa juga salah. Namun selayaknya
teman menjadikan refleksi diri kita sendiri tentang bagaimana kita berhubungan
dengan orang lain, bagaimana pandangan orang atas diri kita, nah itu semua
bisa dipelajari dari hubungan pertemanan ini.
Bagaimana Menentukan Kriteria?
Kita
semua tentunya paham, bahwa manusia diciptakan di dunia secara
berpasang-pasangan. Bagi wanita telah berumur, mereka mengerti bahwa sejatinya
mereka ini adalah bagian dari tulang rusuk seorang lelaki tertentu yang kelak
dipertemukannya menjadi seorang suami baginya, begitupun pria. Namun sebelum
pernikahan itu terjadi, perihal jodoh, pasangan hidup, itu semua masih bersifat
abstrak, alias secara subyektif kita tidak diberitahukan siapa jodoh kita
nantinya. Oleh karena itu diperintahkanlah kita untuk senantiasa berikhtiar
dengan tidak melepas tawakal kepada Allah untuk mencari pasangan hidup kita
itu, dengan satu pegangan kuat bahwa orang baik akan mendapatkan pasangan yang
baik pula, begitu juga sebaliknya. Oleh karena kita mendapatkan satu gambaran
yang lebih konkret dari sebelumnya bahwa pasangan hidup kita nantinya ternyata
adalah suatu refleksi dari keadaan kita. So, sebaiknya kita berusaha menjadi
sosok idaman yang sempurna untuk mendapatkan pasangan yang sempurna.
Friday, May 9, 2014
Jangan (dulu) Bangga Punya Anak Penurut
A: jeng,
putra jengenan itu lho, kok nurut banget ya sama ortunya, gak kayak anak saya,
susah banget diaturnya.
B: lha
iya jeng, wong kalo dia gak nurut ya langsung
dipukul sama bapaknya.
Siapa sih
yang gak pengen punya anak penurut, kalo di rumah gak banyak tingkah laku, kalo
disuruh langsung dikerjakan, dan gak sering bikin onar atau masalah baik waktu
di rumah atau di luar. Orang tua pasti mendambakan mempunyai anak yang pinter,
penurut, hormat sama orang tua, dan membanggakan keluarga, sudah bisa ditebak
pasti ketika dewasa nanti dia menjadi orang besar atau sukses. Ya, seperti
itulah pengamatan yang saya dapat dari orang-orang dekat mengalami hal seperti
itu, sayangnya tidak semua anak bisa diperlakukan seperti itu. Lihatlah contoh
berikut ini,
Subscribe to:
Posts (Atom)



