Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Friday, March 7, 2014

Akhir Kisah Cinta Ini..

terdiam di sudut senja,
Gelap mulai datang, dunia tak lagi memikat..
Tiada lagi cinta memaniskan segala derita..
Tiada lagi lagu-lagu kepalsuan berirama gaduh,
Biarlah pujangga tetap berlari dengan kegilaannya..
Biarlah penyair mabuk oleh syairnya sendiri..
Aku mentalaq cinta, mengembalikan mahar keduniawiaan..

Diam,,kini semua terdiam..
Tiada lagi aroma bunga dan alunan musik kerinduan..
Tinta kehidupan telah kering.
Dan kematian menghadang..

Perlahan Cinta  menghilang dari sudut mata..
Bahagianya kini lenyap tenggelam dari kelopak matanya..

Muara syurga mulai terlihat jelas..
Dan gaun pengantin telah tergantung di dinding..
Menjelma menjadi sajadah dan mushaf,,,
Kini cinta telah berevolusi..

Mencari makna sejati..

Ritme kosong

Aku murung bermandikan logika
Mataku sayup, tak sanggup lagi menelaah dunia..
Tiada angkara, sendiri aku menciptakannya..
Duniaku sunyi, berlapis pekat, legam tanpa lentera..
Terjerembab di sudut ruang kosong, aku tak lag mengenal cahaya..
Nestapa, aku sendiri yang mengundangnya..
Dan aku kalut tanpa suara..
Simfoniku hanya degupan jantung, detik jarum jam..
Aku tenggelam bersama kekalutan..
Kini aku telah berdusta pada keramaian..
Sunyiku memekakkan telinga..

Dan aku rapuh tanpa cerita..

that is just why...

Aku terdiam, kekosongan membungkam tangan-tangan ini untuk bahkan menulis apa yang sedang rasakan. Untuk sejena aku membuka mata, dan melihat betapa ramainya dunia ini, namun aku tak merasakan apa-apa. Mati, mungkin seperti ini yang dirasakan oleh orang-orang yang bernasib sperti ini, hijrah ke lain dunia, namun  tak pernah kembali. Berharap keadaan disana lebih baik daripada apa yang dirasakan kini, barangkali lebih ramai, barangkali lebih kena di hati. Namun mati bukanlah alasan yang tepat, meski banyak diantara mereka menyadari terlambat,  menenggak racun, dan kecewa lebih dari apa yang di fikiran hampir tersemat.

Monday, December 9, 2013

Obrolan Senja

    Bulan desember seperti ini hujan dan angin kencang, ditambah mendung yang setiap hari berkeliaran tak kenal waktu, itu rasanya seperti berada di dalam film resident evil, terlalu mencekam untuk dinikmati keberadaannya.tapi bagaimanapun, di daerah solo ini musim sepertii ini masih bisa dinikmati daripada disekitaran jakarta, banjir becek dimana-mana. susah untuk beraktifitas..

sore ini kucoba menikmati rintik gerimis dari balkon atas dengan secangkir kopi mix panas, tak ketinggalan kegokilan latif menemani hibernasi senja ini.

"wah hujan-hujan gini paling enak berduaan sama istri ya men" pancing latif

"ah elu, men..merusak suasana aje..udah tau lu lagi ngomong ma senior, malah bahas urusan nikah, jadi sedih kan gua nih"

"hehehe..sory dah...menurut loe, enak menikah muda atau dewasa, men?"

"maksudnya dewasa?"

--->>>>> xXxXxXx [ [ [ PreNz 'n Fanz ] ] ] xXxXxXx <<<<<--